DAUN PEPAYA SEBAGAI OBAT UNTUK
DEMAM BERDARAH(DBD)
Hallo gaes,selamat datang di blog aku,Sebelumya terima kasih sudah mampir
ke blog aku.untuk pertama kalinya aku menulis blog tentang Daun Pepaya Untuk Penyakit Demam Berdarah Atau Bisa Juga Di Sebut DBD.Siapa
sih yang tidak suka buah pepaya yang rasanya manis,enak,lezat tapi di balik
rasanya yang manis ternyata daun pepaya bisa menyembuhkan penyakit demam
berdarah loh.Ternyata daun pepaya
juga bisa di jus atau di makan secara langsung tapi di rebus dulu ya gaes
Sebelum masuk tentang daun pepaya saya akan menjelaskan penyakit Demam
Berdarah. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang
disebabkan oleh infeksi virus dengue yang terdiri dari empat tipe, yaitu DEN-1,
DEN-2, DEN-3, DEN-4 dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti
dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Penyakit DBD ini
sering disebut dengan DHF (dengue haemorragic fever).1 Menurut WHO, sekitar 2,5
miliar orang atau 40 % dari populasi dunia hidup di daerah berisiko DBD.
Sementara, DBD terjadi di sedikitnya 100 negara di seluruh dunia. Ditiap
tahunnya sekitar 50 juta sampai dengan 100 juta orang terinfeksi DBD.(Ginanjar,2008).
Nyamuk Aedes aegypti
menyebar terutama dengan bantuan manusia, karena jarak terbang rata-rata yang
tidak terlau jauh yaitu 40-100 meter (Aradilla, 2008).Aktivitas nyamuk Aedes
aegypti dipengaruhi pula oleh lingkungan fisik, seperti: pH air, suhu, dan
kelembaban. pH air mempengaruhi daya tetas telur, semakin kecil pH (semakin
asam) maka daya tetas telur akan semakin sedikit. Dilaporkan pula pada tempat
perindukan dengan pH 7, nyamuk lebih banyak ditemukan daripada pada pH asam
atau basa. Selain itu suh nu air juga berpengaruh terhadap perkembangan siklus
dari telur hingga menjadi pupa.Suhu udara adalah salah satu faktor lingkungan
yang berperan dalam perkembangan jentik nyamuk. Nyamuk pada umumnya akan
meletakkan telurnya pada suhu sekitar 20-300C. Toleransi nyamuk terhadap suhu
didasarkan pada spesies dan letak geografis seperti daerah tropis, sub tropis,
katulistiwa, dan daerah dingin. Kondisi lain yang mempengaruhi adalah kelembaban
udara. Kelembaban udara yang optimal untuk proses perkembangan siklus nyamuk
dari telur hingga dewasa adalah pada kelembaban udara yang berkisar antara
81,5-89,5%. Pada kelembaban udara kurang dari 60% usia nyamuk akan lebih pendek
sehingga tidak memilki waktu yang cukup untuk perkembangan virus pada tubuh
nyamuk (Ridha dkk.,2011).
Pepaya (Carica Papaya)
sebagai tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia mempunyai khasiat yang tidak
bisa di anggap enteng, dari buah muda bisa di buat sayur, buah yang sudah masak
bisa dimakan segar atau sebagai campuran koktail. Bukan saja dari buahnya yang
manis, daun pepaya yang rasanya pahit pun dapat diolah dan dikonsumsi sebagai
makanan yang lezat dan bergizi tinggi. Selain sebagai makanan, daun pepaya
begitu kaya akan manfaat dan khasiat yang luar biasa yaitu sebagai obat
jerawat, sebagi jamu tradisional penambah nafsu makan, pelancar pencernaan,
obat demam berdarah, pereda nyeri saat haid, sebagai pelunak daging dan
lain-lain.(Yuniarti,2008).
Daun pepaya juga
memiliki kandungan zat seperti zat enzime papain, alkaloid karpaina, glikosid,
karposid, saponin, sakarosa, dekstrosa dan levulosa, dimana kandungan zat
tersebut beberapa diantaranya memiliki zat yang dapat membunuh larva
nyamuk.Daun pepaya mengandung zat saponin, dimana saponin ini merupakan zat
yang bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, yaitu dengan menghancurkan
butir darah merah lewat reaksi hemolisis.5 Kandungan lain yang terdapat dalam
daun pepaya yaitu alkaloid (karpain) dan papain juga berfungsi sebagai pengusir
bahkan membunuh nyamuk serta racun.( Santoso,1998).
Gambar:Daun Pepaya
Sumber:https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3623084/khasiat-daun-pepaya-untuk-obat-demam-berdarah
Dalam
penelitian ini adalah larutan daun pepaya (Carica papaya) sebagai larvasida
dengan berbagai konsentrasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah
kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Untuk Variabel pengganggu pH Air, Suhu
Air, Volume Air. Langkah-langkah peneltian meliputi : pembuatan larutan uji,
pembuatan larutan uji ini yaitu dengan mengambil perasan daun pepaya ( Carica
papaya ) yang telah dblender. Daun pepaya yang sudah dibersihkan
dipotong-potong kecil untuk memudahkan dalam pemblenderan, kemudian diblender
hingga halus lalu diperas airnya dengan kain kasa halus.
DAFTAR
PUSTAKA
Aradilla
AS. 2009. Uji efektivitas Larvasida Ekstrak Ethanol Daun Mimba (Azadirachta
Indica) terhadap Larva Aedes aegypti. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro. Semarang.
Ginanjar
Genis.2008
Demam Berdarah. Yogyakarta:B-first PT Bentang Pustaka.
Ridha,
M. R., & Nisa, K. (2011). Larva Aedes Aegypti sudah Toleran terhadap
Temepos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora Vol. III No. 2.
Santoso
Budi H.1998.
Toga 2 Tanaman Obat Keluarga. Yogyakarta:Kanisuis.
Yuniarti, T.2008.
Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisioal. Jakarta: Medpress.
