Jumat, 20 Maret 2020

Daun Pepaya Sebagai Obat Untuk Demam Berdarah(DBD)

DAUN PEPAYA SEBAGAI OBAT UNTUK DEMAM BERDARAH(DBD)


Hallo gaes,selamat datang di blog aku,Sebelumya terima kasih sudah mampir ke blog aku.untuk pertama kalinya aku menulis blog tentang Daun Pepaya Untuk Penyakit Demam Berdarah Atau Bisa Juga Di Sebut DBD.Siapa sih yang tidak suka buah pepaya yang rasanya manis,enak,lezat tapi di balik rasanya yang manis ternyata daun pepaya bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah loh.Ternyata daun pepaya juga bisa di jus atau di makan secara langsung tapi di rebus dulu ya gaes

Sebelum masuk tentang daun pepaya saya akan menjelaskan penyakit Demam Berdarah. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang terdiri dari empat tipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4 dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi oleh virus dengue. Penyakit DBD ini sering disebut dengan DHF (dengue haemorragic fever).1 Menurut WHO, sekitar 2,5 miliar orang atau 40 % dari populasi dunia hidup di daerah berisiko DBD. Sementara, DBD terjadi di sedikitnya 100 negara di seluruh dunia. Ditiap tahunnya sekitar 50 juta sampai dengan 100 juta orang terinfeksi DBD.(Ginanjar,2008).

Nyamuk Aedes aegypti menyebar terutama dengan bantuan manusia, karena jarak terbang rata-rata yang tidak terlau jauh yaitu 40-100 meter (Aradilla, 2008).Aktivitas nyamuk Aedes aegypti dipengaruhi pula oleh lingkungan fisik, seperti: pH air, suhu, dan kelembaban. pH air mempengaruhi daya tetas telur, semakin kecil pH (semakin asam) maka daya tetas telur akan semakin sedikit. Dilaporkan pula pada tempat perindukan dengan pH 7, nyamuk lebih banyak ditemukan daripada pada pH asam atau basa. Selain itu suh nu air juga berpengaruh terhadap perkembangan siklus dari telur hingga menjadi pupa.Suhu udara adalah salah satu faktor lingkungan yang berperan dalam perkembangan jentik nyamuk. Nyamuk pada umumnya akan meletakkan telurnya pada suhu sekitar 20-300C. Toleransi nyamuk terhadap suhu didasarkan pada spesies dan letak geografis seperti daerah tropis, sub tropis, katulistiwa, dan daerah dingin. Kondisi lain yang mempengaruhi adalah kelembaban udara. Kelembaban udara yang optimal untuk proses perkembangan siklus nyamuk dari telur hingga dewasa adalah pada kelembaban udara yang berkisar antara 81,5-89,5%. Pada kelembaban udara kurang dari 60% usia nyamuk akan lebih pendek sehingga tidak memilki waktu yang cukup untuk perkembangan virus pada tubuh nyamuk (Ridha dkk.,2011).

Pepaya (Carica Papaya) sebagai tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia mempunyai khasiat yang tidak bisa di anggap enteng, dari buah muda bisa di buat sayur, buah yang sudah masak bisa dimakan segar atau sebagai campuran koktail. Bukan saja dari buahnya yang manis, daun pepaya yang rasanya pahit pun dapat diolah dan dikonsumsi sebagai makanan yang lezat dan bergizi tinggi. Selain sebagai makanan, daun pepaya begitu kaya akan manfaat dan khasiat yang luar biasa yaitu sebagai obat jerawat, sebagi jamu tradisional penambah nafsu makan, pelancar pencernaan, obat demam berdarah, pereda nyeri saat haid, sebagai pelunak daging dan lain-lain.(Yuniarti,2008).

Daun pepaya juga memiliki kandungan zat seperti zat enzime papain, alkaloid karpaina, glikosid, karposid, saponin, sakarosa, dekstrosa dan levulosa, dimana kandungan zat tersebut beberapa diantaranya memiliki zat yang dapat membunuh larva nyamuk.Daun pepaya mengandung zat saponin, dimana saponin ini merupakan zat yang bersifat racun bagi hewan berdarah dingin, yaitu dengan menghancurkan butir darah merah lewat reaksi hemolisis.5 Kandungan lain yang terdapat dalam daun pepaya yaitu alkaloid (karpain) dan papain juga berfungsi sebagai pengusir bahkan membunuh nyamuk serta racun.( Santoso,1998).

Gambar:Daun Pepaya

Dalam penelitian ini adalah larutan daun pepaya (Carica papaya) sebagai larvasida dengan berbagai konsentrasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Untuk Variabel pengganggu pH Air, Suhu Air, Volume Air. Langkah-langkah peneltian meliputi : pembuatan larutan uji, pembuatan larutan uji ini yaitu dengan mengambil perasan daun pepaya ( Carica papaya ) yang telah dblender. Daun pepaya yang sudah dibersihkan dipotong-potong kecil untuk memudahkan dalam pemblenderan, kemudian diblender hingga halus lalu diperas airnya dengan kain kasa halus.

DAFTAR PUSTAKA


Aradilla AS. 2009. Uji efektivitas Larvasida Ekstrak Ethanol Daun Mimba (Azadirachta Indica) terhadap Larva Aedes aegypti. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang.
Ginanjar Genis.2008 Demam Berdarah. Yogyakarta:B-first PT Bentang Pustaka.
Ridha, M. R., & Nisa, K. (2011). Larva Aedes Aegypti sudah Toleran terhadap Temepos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora Vol. III No. 2.
Santoso Budi H.1998. Toga 2 Tanaman Obat Keluarga. Yogyakarta:Kanisuis.
Yuniarti, T.2008. Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisioal. Jakarta: Medpress.